Nggladak

Nggladak mencari dan menelusuri jejak - jejak yang tersembunyi sambil menikmati alam sekitar.

Budaya

suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.

PAMERAN KEPURBAKALAAN BOJONEGORO TAHUN 2014

Yuk rame - rame nonton DINOSAURUS dan KEHIDUPAN MANUSIA PURBA

Reserved

dalam perbaikan

Tokoh

Pak Hary Balung, Salah seorang pelopor museum 13

Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2014

Temuan Gua Baru di Baureno



BNB - “Gua ini bukan gua purba karena kelihatan di bagian mulut goa ini terbentuk karena aktivitas manusia,” ujar Nunung Dianawati, Arkeolog juga pemerhati sejarah dan budaya saat dihubungi melalui telepon seluler (Sabtu, 15/02/2014). Namun ia tak membantah kalau gua di desa Gunungsari ini termasuk goa alami.


Ia beralasan bahwa setiap batuan termasuk batuan kapur memiliki celah dan rongga yang terbentuk secara alami, bahkan tumpukan sampah masa lalupun bisa menjadi gua. “Sementara gua purba adalah gua yang sudah ada sejak dulu dan terbentuk tanpa campur tangan manusia sperti Gua Akbar di Kabupaten Tuban,” tambahnya.

Sementara menurut Yusuf, Sekretaris Kecamatan Baureno menyatakan sudah menerima laporan warga terkait penemuan Gua ini. “Ya, kami sudah terima laporan kalau ada temuan goa baru di sebelah Sendang Gong,” ujarnya.
Gua yang ditemukan salah satu warga, Nurkholis pada Januari lalu ini berisi air. namun belum diketahui secara jelas sumber air itu berasal dari mata air dalam gua atau rembesan dari Sendang Gong, karena tidak tampak ada aliran air dari dalam gua. Hingga saat ini warga dan aparat setempat masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Pariwisata untuk menelusuri Gua ini.
Sementara itu, tak jauh dari goa ini terdapat sendang yang dimanfaatkan warga sebagai pengairan lahan pertanian. Bahkan, tak jarang anak-anak menggunakannya untuk mandi dan berenang karena selain memiliki uadara yang sejuk, disekitar lokasi goa juga ditumbuhi banyak pohon besar yang teduh.(lya/bnb)

Rabu, 23 April 2014

Sosialisasi Situs MATAR, Oleh Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran

Bojonegoro, 15 April 2014

Bojonegoro merupakan kawasan yang cukup potensial dalam hal kepurbakalaan, setelah situs wotanngare, situs kawengan, situs prangi, dan beberapa tempat lainnya. Kali ini di Bojonegoro kembali di ditemukan jejak - jejak manusia purba di daerah Dusun Matar, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro.

Penelitian situs MATAR ini dilakukan oleh Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran (BPMPS), yang dikepalai oleh Prof. Truman Simanjuntak sejak tahun 2012. 

Menurut Prof. Truman, "Situs MATAR diketahui pertama kali oleh Van Koenigswald (Belanda) -pada tahun 1995 merupakan situs "perawan" karena belum ada satupun tim peneliti baik dari dalam maupun dari luar negeri yang pernah menjajaki situs ini. Namun keberadaannya yang berada dialiran sungai bengawan solo, dan berada di seberang Situs Ngandong menjadikan situs ini penemuan besar."

Bertempat di Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan (Budpar) Bojonegoro, seminar ini diikuti oleh perwakilan Guru dan pelajar mulai dari SD sampai dengan SMA yang ada di Bojonegoro. Acara yang dimulai dari jam 07.30 WIB sampai dengan 13.00 WIB ini cukup mendapat antusias dari peserta. Banyak yang terkejut dengan ditemukannya SITUS MATAR ini, karena situs ini bertempat di Bojonegoro namun warga peserta tidak tahu menahu tentang adanya situs ini. Hal ini dikarenakan letak situs yang cukup jauh dari pusat kota dan akses jalan yang cukup "ekstrem". 

Hal ini dibenarkan oleh salah satu anggota Banyu Nggawan Bodjanegara yang nggaldak kelokasi dimana situs berada. "Situs ini sulit diakses jika melalui jalur darat, jalur tercepat untuk menutu situs ini harus menyeberang sungai dari Cepu" ujar Nunung

Lokasi Dusun Matar, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro

Lokasi Situs Matar