Nggladak
Nggladak mencari dan menelusuri jejak - jejak yang tersembunyi sambil menikmati alam sekitar.
Budaya
suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.
PAMERAN KEPURBAKALAAN BOJONEGORO TAHUN 2014
Yuk rame - rame nonton DINOSAURUS dan KEHIDUPAN MANUSIA PURBA
Reserved
dalam perbaikan
Tokoh
Pak Hary Balung, Salah seorang pelopor museum 13
Senin, 17 November 2014
PILLBOX ATAU TEMPAT PENGINTAIAN MASA PENDUDUKAN JEPANG
Pillbox merupakan penyebutan untuk tempat pengintaian dengan
bentuk silinder berongga dan terdapat satu pintu yang diperkirakan dibangun
pada pasa pendudukan Jepang yaitu sekitar tahun 1942. Di Bojonegoro terdapat 2 (dua) buah pillbox yang terdapat di sisi selatan
sungai Bengawan Solo, tepatnya berada di Jl. Pinggiran Kelurahan Banjarejo
Kecamatan Kota Bojonegoro. Berdirinya 2 (dua) pillbox ini berhubungan dengan
perjuangan rakyat Indonesia untuk melawan tentara Jepang. Menurut Bapak Suhud, 88 tahun pillbox
ini dibangun oleh tentara Indonesia yang dibantu oleh sisa tentara Belanda.
Tujuan pembangunan pillbox ini adalah sebagai pos penjagaan atau pos
pengintaian jika sewaktu-waktu tentara Jepang masuk ke wilayah Bojonegoro.
Karena di sisi utara Bengawan Solo merupakan markas tentara Jepang yang masuk wilayah Kabupaten Tuban. Jarak
antara kedua pillbox tersebut kurang lebih 200 meter dan berada di dekat rumah
penduduk. Meski masih nampak utuh dan baik, akan tetapi pillbox ini kondisinya tidak terawat. Bahkan
salah satu dari pillbox yang berada di sisi barat dipergunakan oleh warga
pemilik tanah untuk menumpuk jerami.
KOKOHNYA JEMBATAN MASA KOLONIAL BELANDA
Selama kurang lebih 350 tahun Belanda menjajah Indonesia,
banyak bangunan megah yang mereka ciptakan. Selain terlihat besar dan megah bangunan-bangunan
tersebut terkenal kokoh dan kuat, salah satunya yaitu jembatan.
Bojonegoro juga memiliki jembatan peninggalan kolonial Belanda
yang berlokasi di Desa Buntalan Kecamatan Temayang. Jembatan ini dibangun
kurang lebih pada tahun 1927, dan diresmikan pada tahun 1930. Pada awalnya
jembatan ini merupakan jembatan rel loco yang berguna mengangkut material untuk pembangunan Waduk Pacal.
Jembatan ini kondisinya masih utuh dan kokoh karena memang
terbuat dari rangka baja yang baik. Kondisi berbeda ada pada bagian rel loco
yang sekarang sudah tidak ada lagi, hal ini dikarenakan loco sudah tidak
berfungsi maka oleh desa dibangun jalan yang berguna untuk transportasi
masyarakat setempat. Menurut masyarakat setempat terdapat angka tahun peresmian
yaitu tahun 1930, akan tetapi sudah tertutupi jalan baru yang sudah dibangun
tersebut. (nyung/bnb)
Jumat, 05 September 2014
Temuan Gua Baru di Baureno
BNB - “Gua ini bukan gua purba karena kelihatan di bagian mulut goa ini terbentuk karena aktivitas manusia,” ujar Nunung Dianawati, Arkeolog juga pemerhati sejarah dan budaya saat dihubungi melalui telepon seluler (Sabtu, 15/02/2014). Namun ia tak membantah kalau gua di desa Gunungsari ini termasuk goa alami.
Ia beralasan bahwa setiap batuan termasuk batuan kapur memiliki celah dan rongga yang terbentuk secara alami, bahkan tumpukan sampah masa lalupun bisa menjadi gua. “Sementara gua purba adalah gua yang sudah ada sejak dulu dan terbentuk tanpa campur tangan manusia sperti Gua Akbar di Kabupaten Tuban,” tambahnya.
Sementara menurut Yusuf, Sekretaris Kecamatan Baureno menyatakan sudah menerima laporan warga terkait penemuan Gua ini. “Ya, kami sudah terima laporan kalau ada temuan goa baru di sebelah Sendang Gong,” ujarnya.
Sementara menurut Yusuf, Sekretaris Kecamatan Baureno menyatakan sudah menerima laporan warga terkait penemuan Gua ini. “Ya, kami sudah terima laporan kalau ada temuan goa baru di sebelah Sendang Gong,” ujarnya.
Gua yang ditemukan salah satu warga, Nurkholis pada Januari lalu ini berisi air. namun belum diketahui secara jelas sumber air itu berasal dari mata air dalam gua atau rembesan dari Sendang Gong, karena tidak tampak ada aliran air dari dalam gua. Hingga saat ini warga dan aparat setempat masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Pariwisata untuk menelusuri Gua ini.
Sementara itu, tak jauh dari goa ini terdapat sendang yang dimanfaatkan warga sebagai pengairan lahan pertanian. Bahkan, tak jarang anak-anak menggunakannya untuk mandi dan berenang karena selain memiliki uadara yang sejuk, disekitar lokasi goa juga ditumbuhi banyak pohon besar yang teduh.(lya/bnb)
Rabu, 23 April 2014
PAMERAN KEPURBAKALAAN BOJONEGORO TAHUN 2014
YUK NONTON DINOSAURUS DAN KEHIDUPAN MANUSIA PURBA
Warga masyarakat Bojonegoro mendapat kesempatan yang cukup langka karena pada tanggal 28 April - 01 Mei 2014 bertempat di Gedung Serbaguna Bojonegoro, akan diselenggarakan Pameran Kepurbakalaan Bojonegoro tahun 2014. Selain pameran juga ada pemutaran film, talkshow, serta interaktif game arkeologi dan puzzle oleh Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran (BPMPS)
Acara ini merupakan kerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro dengan Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran serta komunitas - komunitas sejarah yang ada di Bojonegoro.
![]() |
| JADWAL KEGIATAN PAMERAN |
Sosialisasi Situs MATAR, Oleh Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran
Bojonegoro, 15 April 2014
Bojonegoro merupakan kawasan yang cukup potensial dalam hal kepurbakalaan, setelah situs wotanngare, situs kawengan, situs prangi, dan beberapa tempat lainnya. Kali ini di Bojonegoro kembali di ditemukan jejak - jejak manusia purba di daerah Dusun Matar, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro.
Penelitian situs MATAR ini dilakukan oleh Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran (BPMPS), yang dikepalai oleh Prof. Truman Simanjuntak sejak tahun 2012.
Menurut Prof. Truman, "Situs MATAR diketahui pertama kali oleh Van Koenigswald (Belanda) -pada tahun 1995 merupakan situs "perawan" karena belum ada satupun tim peneliti baik dari dalam maupun dari luar negeri yang pernah menjajaki situs ini. Namun keberadaannya yang berada dialiran sungai bengawan solo, dan berada di seberang Situs Ngandong menjadikan situs ini penemuan besar."
Bertempat di Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan (Budpar) Bojonegoro, seminar ini diikuti oleh perwakilan Guru dan pelajar mulai dari SD sampai dengan SMA yang ada di Bojonegoro. Acara yang dimulai dari jam 07.30 WIB sampai dengan 13.00 WIB ini cukup mendapat antusias dari peserta. Banyak yang terkejut dengan ditemukannya SITUS MATAR ini, karena situs ini bertempat di Bojonegoro namun warga peserta tidak tahu menahu tentang adanya situs ini. Hal ini dikarenakan letak situs yang cukup jauh dari pusat kota dan akses jalan yang cukup "ekstrem".
Hal ini dibenarkan oleh salah satu anggota Banyu Nggawan Bodjanegara yang nggaldak kelokasi dimana situs berada. "Situs ini sulit diakses jika melalui jalur darat, jalur tercepat untuk menutu situs ini harus menyeberang sungai dari Cepu" ujar Nunung
![]() |
| Lokasi Dusun Matar, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro |
![]() |
| Lokasi Situs Matar |
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




